Rabu, 10 Juli 2013

Sadgenic - Rahne Putri

"Kukenali kamu dalam kelam...
... dan aku karam dalam takjub yang paling diam." - Rahne Putri
Ketika aku sendiri, menikmati sepi, kau datang, aku jatuh padamu, cinta...

"Boleh minta tolong? Jangan berlama-lama diam menungguku... datangi aku. Bukannya aku menujumu kamu menujuku?" - Rahne Putri
Apakah hanya perasaanku saja? Apakah hanya aku sendiri yang merasakannya? Jika kamu juga rasakan yang sama, tunjukkan padaku, buat aku yakin. Datanglah padaku...

"Lidahku bergulat dengan kebohongan
karena bibirku ingin mengucap kejujuran.
Sungguh tiada lafal yang lebih berat untuk melompatkan
barisan kata dari hati, didepanmu." - Rahne Putri
Mungkin aku hanya ingkari kata hatiku saja, mungkin aku hanya bohongi diri sendiri, aku ingin mencintaimu dengan jujur, cobalah pahami.

"Kadang, tanda tanya dari seberang situ membuat titik dua tutup kurung buat sini" - Rahne Putri
Kadang kamu membuatku heran, membuatku bertanya-tanya. Kadang aku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiranmu. Kamu... buatku galau!

"Pertanyaan tak terjawab,
mencerdaskan dan mendewasakanmu
dengan caranya sendiri" - Rahne Putri
Kadang aku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiranmu. Aku mencoba membaca, menerka-nerka maksudmu. Namun aku yang kurang peka ini nyatanya tidak mampu menembus alam pikiranmu itu.
Kadang kamu tidak membalas pesan atau mentionku sama seperti cintaku padamu yang tak berbalas. Mungkin aku tidak penting bagimu. Mungkin kehadiranku telah mengganggu hidupmu.
Tangisku mengalir karena cintaku padamu yang tak berbalas. Cintaku padamu yang tak berbalas, aku belajar darinya.

"Biarlah layangan harap & doaku pergi. Meninggi.
Disitu tertulis juga pesan, aku merindumu." - Rahne Putri
Mungkin cukup sampai disini saja. Biar kau jauh, kau memang jauh, jauh dari harapan.

"Aku sempat berpencar 8 penjuru untuk menemukan
tempat terbaik bersembunyi darimu, kini aku diam,
menghitung sendiri gelisahku. Karena bayanganmu,
tak lagi mencariku. Jangan biarkan aku merindu sia-sia,
karena sosokmu masih saja tanpa nama." - Rahne Putri

"You don't promise anything except emptiness.
You should have warned me before.
And I wanna thank you
for the very gentle reminder
that you are not really a gentle person." - Rahne Putri

"Kalau aku kayu yang dijadikannya abu, maka aku ingin
membencimu dengan sederhana, dengan melupakanmu,
itu saja." - Rahne Putri

Senin, 01 Juli 2013

Manusia Bisa Lari

Manusia
Manusia bisa berubah
Manusia bisa berubah pikiran
Manusia bisa berubah
Manusia bisa berubah haluan
Manusia
Manusia bisa lari
Manusia bisa pergi
Manusia bisa lari dan pergi
Ketika manusia merasa...
Apa yang ia lakukan sia-sia
Ketika manusia merasa...
Apa yang ia lakukan percuma
Ketika manusia merasa...
Ia sudah muak dengan semua
Ketika manusia merasa...
Ia hanya buang waktu saja


Semua berakhir ketika manusia sudah muak, pada saat itu manusia diuji sampai kapan dia bisa sabar dan bertahan :"

Senin, 17 Juni 2013

Bukan Matahari

Mungkin cahaya rembulan memberi energi bukan sinar matahari, mungkin api memberi mineral bukan air. Bisa jadi pohon tua akan tetap hidup.
Bisa jadi pohon tua akan bertahan walau badai menerpa, hujan yang tak kunjung datang, daun-daun yang jatuh berguguran, dan matahari tak bersinar lagi.
Bagaimanapun pohon tua harus berdiri kokoh.
Cahaya rembulan yang tak sempurna mungkin mampu membawa damai, membawa dunia bahagia dalam hening malam bukan sinar mentari disiang hari.
Bukan sinar mentari yang memberi kehidupan tapi cahaya rembulan yang membawa damai. Mengejar matahari hanya memberi patah dihati.
Cahaya rembulan yang tak sempurna maaf jika aku buta karena sinar mentari, sekarang aku terbangun dari mimpi kelamku, beri aku kesempatan.

Sabtu, 30 Maret 2013

22 by Taylor Swift


It feels like a perfect night to dress up like hipters
And make fun of our exes, ah ah. ah ah.
It feels like a perfect night for breakfast at midnight
To fall in love with strangers, ah ah. ah ah.
Yeeeah,
We’re happy free confused and lonely at the same time
It’s miserable and magical, oh yeah
Tonight’s the night when we forget about the deadlines
It’s time
Oh oh!
I don’t know about you
But I’m feeling 22
Everything will be alright if
You keep me next to you
You don’t know about me
But I’ll bet you want to
Everything will be alright if
We just keep dancing like we’re
22
22
It seems like one of those nights,
This place too crowded.
Too many cool kids. ah ah. ah ah.
(who’s Taylor Swift anyway? Ugh)
It seems like one of those nights,
We ditch the whole scene and end up dreaming
Instead of sleeping.
Yeeeah,
We’re happy free confused and lonely in the best way
It’s miserable and magical, oh yeah
Tonight’s the night when we forget about the heartbreaks
It’s time
Oh oh!
I don’t know about you
But I’m feeling 22
Everything will be alright if
You keep me next to you
You don’t know about me
But I’ll bet you want to
Everything will be alright if
We just keep dancing like we’re
22
22
I don’t know about you
22
22
It feels like one of those nights,
We ditch the whole scene
It feels like one of those nights,
We won’t be sleeping
It feels like one of those nights,
You look like bad news
I gotta have you
I gotta have you
I don’t know about you
But I’m feeling 22
Everything will be alright if
You keep me next to you
You don’t know about me
But I’ll bet you want to
Everything will be alright if
We just keep dancing like we’re
22
22
22
22
It feels like one of those nights,
We ditch the whole scene
It feels like one of those nights,
We won’t be sleeping
It feels like one of those nights,
You look like bad news
I gotta have you
I gotta have you

One Way Or Another (Teenage Kicks) by One Direction

Harry:
One way or another I’m gonna find ya
I’m gonna getcha getcha getcha getcha
One way or another I’m gonna win ya
I’m gonna getcha getcha getcha getcha
Zayn:
One way or another I’m gonna see ya
I’m gonna meetcha meetcha meetcha meetcha
One day, maybe next week
I’m gonna meetcha, I’m gonna meetcha, I’ll meetcha
Niall:
I will drive past your house
And if the lights are all out
I’ll see who’s around


Liam:
One way or another I’m gonna find ya
I’m gonna getcha getcha getcha getcha
One way or another I’m gonna win ya
I’ll getcha, I’ll getcha
Louis:
One way or another I’m gonna see ya
I’m gonna meetcha meetcha meetcha meetcha
One day, maybe next week
I’m gonna meetcha, I’ll meetcha


Zayn:
And if the lights are all out
I’ll follow your bus downtown
See who’s hanging out


Louis:
One, two, three, four

All:
Na Na Na Na Na Na Na
Na Na Na Na Na Na Na

Louis: I wanna hold you
Wanna hold you tight,
I wanna hold you,
wanna hold you tight.
I wanna hold you,
wanna hold you tight
Yeah teenage kicks right
through the night.


Harry:
I wanna hold you
Wanna hold you tight,
I wanna hold you,
wanna hold you tight.
I wanna hold you,
wanna hold you tight
Yeah teenage kicks right
through the night.

Zayn:
One way or another I’m gonna see ya
I’m gonna meetcha meetcha meetcha meetcha
Harry:
One way or another I’m gonna win ya
I`m gonna getcha getcha getcha getcha
Liam:
One way or another I’m gonna see ya
I’m gonna meetcha meetcha meetcha meetcha
Louis:
One way or another I’m gonna win ya
I`m gonna getcha getcha getcha getcha
Harry:
One way or another I’m gonna see ya
I’m gonna meetcha meetcha meetcha meetcha
One day or another I’m gonna win ya
I`m gonna getcha getcha getcha getcha

One way or another

Jumat, 29 Maret 2013

Menghadapi Agresi Militer Belanda


Di kalangan Indonesia banyak yang tidak puas dengan hasil perundingan Linggarjati. Banyak yang menganggap bahwa isi persetujuan mengenai kekuasaan dan militer itu telah merongrong wibawa RI dan bahkan beberapa kali dilanggar oleh Belanda. Hal ini kemudian terbukti dengan agresi militer 21 Juli 1947, yang secara politik merupakan pelanggaran persetujuan, walau pihak Belanda mengatakannya sebagai “jawaban Republik” terhadap memorandum Belanda 27 Mei 1947.

Belanda menamakan operasi tersebut dengan nama sandi “Operasi Produk” karena ditujukan untuk membebaskan daerah sumber pangan dan devisa bagi Belanda, yang saat itu sedang mengalami kebangkrutan ekonomi pasca Perang Dunia II. Oleh karena keadaan keuangannya sangat parah, tidaklah mengherankan bahwa Belanda memusatkan operasi militernya di daerah-daerah di mana mereka mendapatkan keuntungan ekonomi paling banyak, yaitu di daerah-daerah yang terdapat perkebunan besar milik Belanda, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Timur dan Palembang. Dengan menguasai perkebunan-perkebunan itu, mereka mengharapkan dapat segera menjual hasil-hasil produksinya di pasaran dunia yang memang sedang kekurangan bahan mentah, dan selanjutnya menjalankan lagi produksinya.

Untuk menghadapi agresi militer Belanda Indonesia menempuh dua jalan, jalan pertama melalui jalur diplomasi, jalan kedua dengan konsolidasi kekuatan bersenjata.

Indonesia memperoleh simpati dunia akibat agresi terbuka pertama Belanda pada tanggal 21 Juli 1947. Pada tanggal 30 Juli 1947 pemerintah India dan Australia mengajukan permintaan resmi agar masalah Indonesia segera dimasukkan dalam daftar acara Dewan Keamanan. Permintaan itu diterima dengan baik dan pada tanggal 31 Juli 1947 dimasukkan sebagai acara pembicaraan Dewan Keamanan. Tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan memerintahkan penghentian permusuhan kedua belah pihak (gencatan senjata), pada tanggal 4 Agustus 1947. Untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dibentuk Komisi Konsuler, yang anggota-anggotanya terdiri dari para konsul jenderal yang ada di Indonesia dan diperkuat dengan personalia militer Amerika Serikat dan Perancis sebagai peninjau militer. Dalam laporannya kepada Dewan Keamanan, Komisi Konsuler mengatakan bahwa pasukan Belanda masih mengadakan gerakan militer. Perintah gencatan senjata tidak berhasil.

Dewan Keamanan menyetujui usul Amerika Serikat bahwa untuk mengawasi penghentian permusuhan ini harus dibentuk sebuah komisi jasa-jasa baik. Komisi PBB ini di Indonesia dikenal sebagai Komisi Tiga Negara (KTN). Pemerintah Indonesia memilih Australia menjadi anggota komisi, sedangkan Belanda memilih Belgia, dan kedua negara yang terpilih ini memilih Amerika Serikat. KTN hanya memberikan saran dan usul dalam masalah politik, KTN tidak mempunyai hak untuk memutuskan persoalan politik.

Agresi Belanda itu menjadikan masalah Indonesia-Belanda sebagai pusat perhatian dunia, terutama di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tanggal 14 Agustus 1947 Sjahrir dengan gemilang dan meyakinkan menjelaskan hak bangsa Indonesia untuk hidup sebagai suatu bangsa yang merdeka. Pidato Sjahrir berhasil menimbulkan banyak simpati terhadap aspirasi dan perjuangan bangsa Indonesia. Sebaliknya Belanda telah memberikan kesan dirinya sebagai negara penjajah yang picik, keras kepala dan kolot yang hendak mengembalikan kekuasaan penjajahannya di Indonesia dengan mempergunakan dalih-dalih hukum.

Pada tanggal 8 Desember 1947 diadakan perundingan di atas kapal Amerika Serikat, USS Renville. Delegasi Republik dipimpin oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Delegasi Belanda dipimpin oleh R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo, Abdul Kadir merupakan orang yang dekat dengan Belanda, dia adalah pemimpin BFO, negara boneka bentukan Belanda. Belanda mencoba melakukan politik adu domba (divide et impera) dengan mengatakan kepada PBB bahwa sebenarnya yang konflik bukan Belanda dengan bangsa Indonesia tetapi bangsa Indonesia dengan bangsa Indonesia itu sendiri. Dikatakan bahwa yang menandatangani perjanjian perundingan tersebut  adalah orang Indonesia dengan orang Indonesia bukan dengan orang Belanda. Belanda mengatakan bahwa Belanda bukan pihak yang berkonflik tetapi Belanda sedang berupaya membenahi atau memperbaiki negara jajahan kami yang sedang berkonflik ini.

Pada bulan Januari 1948 (Sabtu 17 Januari 1948 pukul 14.15) tercapai pesetujuan baru di atas kapal USS Renville milik Amerika di pelabuhan Jakarta. Persetujuan ini mengakui gencatan senjata di sepanjang apa yang disebut sebagai “Garis van Mook”, suatu garis buatan yang menghubungkan titik-titik terdepan pihak Belanda walaupun kenyataannya masih tetap ada banyak daerah yang dikuasai pihak Republik dibelakangnya. Republik menerima persetujuan ini karena kurangnya amunisi di pihak Republik. Akibat keputusan ini Republik memperoleh dukungan dari pihak Amerika Serikat. Perjanjian Renville ditandatangani pada malam harinya di hotel des Indes.
Perjanjian Renville :
1.       Perjanjian Gencatan Perang, dan
2.       Dasar-dasar untuk mencapai persetujuan politik, yang kemudian ditambah 6 pasal dari Komisi Tiga Negara (the six additional principles).

Akibat penghinaan dari agresi militer pertama dan persetujuan Renville menyebabkan jatuhnya pemerintahan Amir Sjarifuddin.  Amir Sjarifuddin meletakkan jabatan, anggota PNI dan Masyumi sebagai koalisi Amir pun meletakkan jabatan. Muhammad Hatta ditunjuk Sukarno memimpin kabinet presidentil yang bertanggung jawab kepada Sukarno sebagai presiden.

Di bidang perjuangan bersenjata, sejak terbentuknya Tenaga Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945 yang ditunjuk Sukarno sebagai pemimpin tertingginya adalah Suprijadi. Suprijadi adalah tokoh pemberontak tentara Peta terhadap Jepang di Blitar pada bulan Februari 1945. Tapi Suprijadi menghilang, ia tidak pernah tampil dan tidak pernah menduduki posnya. Terjadilah kekosongan kepemimpinan di dalam tubuh TKR. Oleh karena itu diadakan musyawarah TKR pada pertengahan bulan Novembver 1945 yang dihadiri oleh para panglima divisi dan komandan resimen dari seluruh Jawa. Dalam permusyawaratan itu terpilih sebagai pengganti Suprijadi ialah Kolonel Soedirman, Panglima Divisi V, Banyumas, sedangkan Letnan Jenderal Oerip Sumohardjo terpilih (kembali) sebagai Kepala Staf Umum. Pada tanggal 18 Desember 1945 Presiden Sukarno mengumumkan pengangkatan Kolonel Soedirman sebagai Panglima Besar TKR dengan pangkat jenderal.

Bila Oerip dinilai sebagai peletak dasar-dasar organisasi modern bagi TNI-ABRI, maka Sudirman sesungguhnya adalah “bapak rohani” TNI-ABRI yang membentuk jatidiri sekaligus membentuk kerangka filosofi, etos atau visi sosial-politik TNI-ABRI yang lahir dalam kancah revolusi kemerdekaan. Peran kepemimpinan yang dijalankan Sudirman sejak terpilih sebagai Panglima Besar TKR (Tentara Keamanan Rakyat) akhir tahun 1945 hingga akhir hayatnya 29 Januari 1950, memang dengan jelas menggambarkan sosoknya sebagai seorang “bapak” daripada sebagai seorang komandan dalam pengertian teknis-militer. Sebagai “bapak”, dia telah berhasil membesarkan “bayi” TNI-ABRI melewati fase-fase yang sangat krusial selama Revolusi Kemerdekaan 1945-1949. Saat itu Sudirman baru berusia sekitar 30 tahun dengan kondisi kesehatan yang parah (paru-paru tinggal sebelah). Tapi justru dalam kondisi demikian, dia dengan tegar memimpin perang rakyat dari atas tandu yang terus-menerus bergerak di daerah pedesaan Jawa sejak Desember 1948 hingga Juli 1949, dan berada cukup lama di Desa Pakis, Pacitan, Jawa Timur.

Setelah diangkatnya Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar, pada bulan Januari 1946 nama Tentara Keamanan Rakyat mengalami dua kali perubahan, mula-mula menjadi Tentara Keselamatan Rakyat dan kemudian menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pada tanggal 5 Mei 1947 dikeluarkan Penetapan Presiden yang memutuskan untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya mempersatukan Tentara Republik Indonesia (TRI) dengan laskar-laskar.  Organisasi tentara gabungan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dengan laskar-laskar telah disahkan berdiri pada tanggal 3 Juni 1947 dengan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ketika Belanda melancarkan aksi militernya, Penetapan Presiden tersebut baru dalam tahap perubahan nama saja, susunan organisasi TNI yang sempurna masih belum sempat disusun. Adapun alat keamanan lainnya adalah Kepolisian Negara.
Pada tanggal 21 Juli 1947 pukul 00.00, Belanda memulai aksi militernya. Dalam waktu singkat Belanda berhasil menerobos garis pertahanan TNI. Kekuatan TNI yang sederhana tidak mampu menahan pukulan musuh yang serba modern.

Sumber :
Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI
Ricklefs, M.C. 2010. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. 2004. Sejarah Diplomasi Republik Indonesia Dari Masa Ke Masa Periode 1945 – 1950. Jakarta: Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.
Loebis , Aboe Bakar. 1995. Kilas Balik Revolusi Kenangan, Pelaku dan Saksi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Surat Kabar :
Kompas, 02 May 1995 oleh Manuel Kaisiepo
Kompas, 05 Agustus 1997 oleh Bambang Hidayat

Sumber Foto :

www.kitlv.nl atau media-kitlv.nl